Seminar Nasional ITY Bahas Peluang Green Jobs dan Pengembangan Green Talent
11 Jun 2026 14
Yogyakarta,
Jumat (5/6/2026) – Institut Teknologi Yogyakarta
(ITY) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Green Jobs Today,
Sustainable Tomorrow Batch 2 Keberlanjutan Untuk Masa Depan Hijau” yang
menghadirkan praktisi dan profesional di bidang lingkungan untuk berbagi
wawasan mengenai peluang karier hijau serta pentingnya pengembangan talenta
berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan dunia industri.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi Yogyakarta ini diikuti
oleh mahasiswa, dosen, dan peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki
ketertarikan terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Seminar menghadirkan dua narasumber,
yaitu Ir. Saprian, S.T., M.Sc., M.T., IPM., ASEAN. Eng., Founder dan CEO
Environesia, serta Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling., M.T., Direktur
Operasional Environesia Group sekaligus alumni Teknik Lingkungan ITY. Keduanya
membagikan pengalaman profesional dan pandangan mengenai perkembangan Green
Jobs yang saat ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor.
Dalam pemaparannya, Ir. Saprian
menjelaskan bahwa isu perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang
memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan dunia usaha. Menurutnya, penerapan
prinsip keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang
didorong oleh regulasi, tuntutan pasar, investor, serta meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap lingkungan. Oleh karena itu, berbagai sektor industri kini
membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman dan kompetensi di
bidang keberlanjutan.
Peserta juga diajak memahami
berbagai contoh penerapan sustainability di Indonesia, mulai dari upaya
dekarbonisasi industri semen, pengembangan ekonomi sirkular pada industri
kemasan, pembiayaan berkelanjutan di sektor perbankan, hingga transformasi
keberlanjutan pada ekosistem digital. Melalui berbagai studi kasus tersebut,
narasumber menekankan bahwa praktik keberlanjutan mampu memberikan nilai tambah
sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Sementara itu, Yusuf Wiryawan
membahas pentingnya mempersiapkan diri menjadi Green Talent,
yaitu individu yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan
berkelanjutan melalui berbagai disiplin ilmu. Ia menjelaskan bahwa Green
Jobs tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tetapi juga
mencakup bidang energi, industri, teknologi, data, konsultansi, hingga
pengembangan kebijakan.
Dalam sesi tersebut, peserta
memperoleh wawasan mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak masa
perkuliahan, seperti penguasaan keterampilan teknis, pemahaman regulasi
lingkungan, kemampuan analisis data, komunikasi profesional, serta integritas
dalam bekerja. Selain itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti penelitian,
pengabdian masyarakat, magang, dan berbagai proyek lingkungan sebagai bekal
menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Antusiasme peserta terlihat
sepanjang kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai pertanyaan diajukan terkait prospek karier di bidang lingkungan,
kebutuhan industri terhadap Green Talent, serta langkah-langkah yang
dapat dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan daya saing di era transisi menuju
ekonomi hijau.
Melalui penyelenggaraan seminar ini,
ITY berharap dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa
mengenai pentingnya keberlanjutan serta membuka wawasan mengenai berbagai
peluang karier di sektor hijau. Sejalan dengan visi institusi dalam
menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, kegiatan ini menjadi salah
satu upaya ITY dalam mendukung terciptanya generasi profesional yang siap berkontribusi
bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan. (Ira Kusumawati/Humas)