Dosen ITY menjadi Narasumber dalam FGD Pengelolaan Lumpur
15 Sep 2026 29
YOGYAKARTA — Dosen Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), Dr. Masrur Alatas, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk WANGSUL RAHAYU (Wadah Pengelolaan Lumpur Secara Unggul Untuk Rahayuning Bawana). Acara tersebut diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Rapat A, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
FGD ini mengusung tema spesifik “Strategi Pemanfaatan Lumpur Hasil Pengolahan IPAL dan IPLT sebagai Pupuk Organik Terstandar di DIY”. Diskusi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, dengan menghadirkan deretan akademisi dan peneliti ahli dari berbagai lembaga terkemuka, antara lain Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Inovasi GOF Berbasis Kolaborasi Multi-Pihak
Dalam paparannya, dr. Masrur Alatas membawakan materi bertajuk "PENGELOLAAN LUMPUR IPAL DAN IPLT BPALPJK Menjadi Granular Organic Fertilizer (GOF) Berbasis Multistakeholder". Beliau menekankan pentingnya pengolahan lumpur sisa dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Air Limbah dan Pengembangan Jasa Konstruksi (BPALPJK) DIY.Lumpur endapan yang selama ini dianggap sebagai residu limbah domestik sebenarnya memiliki potensi bernilai tinggi jika diolah secara optimal. Melalui pendekatan GOF, limbah padat ini dapat diubah menjadi pupuk organik berbentuk granul yang ramah lingkungan, bermutu, dan memenuhi standar teknis pertanian.
"Konversi lumpur IPAL dan IPLT menjadi Granular Organic Fertilizer tidak hanya menjadi solusi atas tantangan penumpukan limbah domestik, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian di DIY," terang Masrur Alatas.
Forum diskusi ini diharapkan menghasilkan roadmap dan regulasi taktis bersama Dinas PUPESDM DIY beserta jajaran instansi terkait, sehingga produk pupuk berbasis lumpur daur ulang ini dapat diproduksi secara massal, terstandar, dan aman digunakan oleh para petani di wilayah DIY. (Humas ITY/Agustina)