ITY Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Berstandar SNI di Perum Roto Kenongo Asri
29 Jul 2026 7
BANTUL – Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Agus Suyanto, S.Hut., M.Sc., menghadiri kegiatan Pengabdian Masyarakat di Perumahan Roto Kenongo Asri, Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, DIY pada Selasa (2/7/2026).
Dalam kegiatan ini, tim ITY menggelar audiensi dan penyuluhan berfokus pada optimasi sistem pengelolaan sampah rumah tangga serta pengenalan teknologi incinerator ramah lingkungan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pengelolaan Sampah Mandiri yang Berjalan Baik
Sebelumnya, sistem pengelolaan sampah di Perum Roto Kenongo Asri telah berjalan dengan sangat terstruktur sejak dari sumbernya (rumah tangga):
Sampah Organik: Dikelola menjadi pupuk kompos yang diintegrasikan langsung dengan kegiatan berkebun warga untuk mendukung ketahanan pangan mandiri.
Sampah Anorganik Bernilai Ekonomis: Botol/gelas plastik dan kemasan bernilai jual disalurkan secara rutin kepada pengepul.
Limbah Kain & Jelantah: Kain bekas dan minyak goreng bekas (jelantah) telah memiliki rantai penyerapan tersendiri dan diambil secara berkala oleh pihak ketiga/pengepul.
Residu (Non-Ekonomis): Sampah yang tidak dapat dimanfaatkan maupun didaur ulang direncanakan untuk dimusnahkan menggunakan teknologi incinerator yang aman, sehingga meminimalkan beban penumpukan sampah akhir.
"Melalui penyuluhan dan audiensi ini, ITY berkomitmen mendampingi masyarakat agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti di level pemilahan, tetapi berkembang menuju ketahanan pangan dan ketahanan energi berbasis Waste to Energy (WTE)."
— Agus Suyanto
Mendorong Lingkungan Berkelanjutan dan Mandiri Energi
Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat ini, pengelolaan sampah di Perum Roto Kenongo Asri diharapkan menjadi contoh kawasan pemukiman yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Ke depannya, integrasi pengolahan sampah tidak hanya ditujukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga diarahkan pada pemanfaatan energi terbarukan (Waste-to-Energy) demi terwujudnya kemandirian energi masyarakat lokal. (Humas ITY/Agustina/Ucik)