Gotong Royong Hijau Bantaran Sungai Code : Sinergi Mahasiswa ITY dan Warga Sulap Sampah Jadi Karya Seni
13 May 2026 26
Suasana di Ruang
Terbuka Hijau Publik (RTHP) Keparakan Kidul, Mergangsan- Kota Yogyakarta,
mendadak riuh dengan kreativitas pada awal bulan Mei ini. Bukan sekadar kumpul
biasa, sebanyak 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi
Yogyakarta (ITY), Himpunan Teknik Lingkungan (HMTL) ITY, Kelompok Studi Lingkungan (KSL) ITY, mahasiswa KKN (Kuliah
Kerja Nyata) UPN Veteran Yogyakarta, serta masyarakat setempat bahu-membahu
menyulap limbah menjadi barang bernilai guna selama 3 hari (8-10 Mei 2026).
Kegiatan
bertajuk "Pemanfaatan Sampah Pembuatan Ecopot dan Ecobrick" ini
mengambil lokasi strategis di pinggiran Sungai Code. Fokus utamanya adalah
mengolah dua jenis limbah yang sering menjadi masalah yaitu kain bekas dan
plastik low value.
Dari Kain
Lusuh Menjadi "Pot Gombal" Estetik ,
merupakan salah satu primadona dalam kegiatan ini adalah pembuatan Ecopot
atau yang akrab disebut "Pot Gombal". Dengan menggunakan kain-kain
bekas yang sudah tidak terpakai, para peserta mencelupkannya ke dalam adonan
semen dan mill. Kain-kain tersebut kemudian dibentuk sedemikian rupa
menggunakan bantuan ember cat bekas dan tali rafia untuk menciptakan tekstur
artistik.
Agar tampilannya
semakin menarik, pot-pot tersebut dipoles dengan cat tembok berwarna hitam dan
oranye, serta diberikan sentuhan akhir berupa stiker khusus. "Kami ingin
menunjukkan bahwa sampah kain yang biasanya dibuang begitu saja bisa menjadi
pot tanaman yang sangat cantik dan punya nilai jual," ujar salah satu
penyelenggara.
Membangun
Kursi dari Plastik, tak hanya pot, limbah plastik low
value juga dikumpulkan untuk dijadikan ecobrick. Dengan teknik
pemadatan plastik ke dalam botol dan dirangkai menggunakan lem akuarium serta
lakban bening, tumpukan sampah ini bertransformasi menjadi kursi fungsional
yang kokoh.
Tokoh masyarakat
setempat, Harris Syarif Usman, yang dikenal dengan dedikasinya merawat
peradaban di pinggir Sungai Code, turut hadir dan memberikan semangat kepada
para peserta. Kehadiran Dr. Agus Suyanto sebagai perwakilan dosen ITY juga
memperkuat dukungan akademis terhadap aksi nyata pelestarian lingkungan ini.
Aksi ini
diharapkan tidak hanya berhenti pada pembuatan produk, tetapi mampu mengubah
pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan
kreatif. (Humas/Agus Suyanto)