FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Peran sektor industri ini sangat besar, dalam PDB sektor ini menduduki 24,3 % dari PDN Nasional (2011).

Peranan dalam ekonomi nasional ini memang dirasakan, tetapi kerusakan lingkungan akibat industri ini juga sangat merisaukan.

Oleh karenanya ITY menawarkan IPTEK, Green industry Technology yang tidak merusak lingkungan dan mensejahterakan masyarakat.

Fakultas Teknologi Industri memiliki 2 Prodi yaitu Prodi Teknik Industri dan Teknik Energi.

 

VISI FAKULTAS

Menjadi Fakultas yang unggul dalam perekayasaan, mengembangkan rekayasa industri dalam meningkatkan daya guna dan hasil guna yang berwawasan lingkungan

VISI PRODI TEKNIK INDUSTRI

Menjadi Program Studi yang menguasai perekayasaan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam dan lingkungan hidup

 

Teknik Industri 

MISI DARI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI :

1.Menyelenggarakan pendidikan tinggi Teknik Industri dalam bidang perekayasaan dan manajemen industri dari bahan baku utama sumberdaya mandiri dan dengan memperhatikan aspek zero waste (lingkungan)

2.Menjadi Program Studi pilihan utama bagi pengembangan sumberdaya manusia, bidang rekayasa dan manajemen industri dan sumberdaya alam secara maksimal dengan memperhatikan aspek zero waste. 

3.Menggalakkan kegiatan penelitian (research) dan pengabdian masyarakat yang menunjang pengembangan dan penerapan ilmu bidang rekayasa dan manajemen industri. 

4.Mengaplikasikan proses pembelajaran dan hasil riset yang sejalan dengan perkembangan bidang rekayasa dan manajemen industri sehingga dapat dimanfaatkan oleh stakeholder dengan memperhatikan aspek zero waste sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat 

5.Menghasilkan sarjana profesional di bidang rekayasa industri global, teknologi yang berkualitas global dan tepat guna, inovatif dan berbudi luhur serta dapat melakukan riset-riset unggulan di bidang teknologi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.  

 

PROSPEK LULUSAN DAN PASAR KERJA :

    1. Bidang produksi/ operasi dan penjaminan mutu

Lulusan Teknik Industri sangat dibutuhkan khususnya untuk menangani perencanaan dan pengendalian produksi, pengendalian kualitas, pengembangan sistem manajemen kualitas. Hampir semua perusahaan membutuhkan ini, khususnya perusahaan manufaktur seperti Toyota Astra Motor, PT Rekayasa Industri, PT Krakatau Steel.

    2. Bidang sistem informasi

Posisi yang biasanya diduduki lulusan Teknik Industri misalnya staf IT, staf dalam pemasangan sistem informasi, bahkan banyak alumni yang membuka usaha di bidang software house. Perusahaan yang membutuhkan lulusan Teknik Industri misalnya: SAP Indonesia, Oracle Telekomsel, Pertamina, P&G.

    3. Bidang pemasaran

Beberapa posisi yang biasanya ditempati oleh lulusan Teknik Industri misalnya market research, technical sales. Misalnya di perusahaan P&G, Unilever, Nestle, Astra.

    4. Bidang logistik

Perencanaan dan pengelolaan sistem distribusi merupakan bidang yang mulai banyak dimasuki oleh lulusan Teknik Industri seperti di P&G, PT Semen Gresik.

    5. Bidang manajemen sumber daya manusia

Pengelolaan sumber daya manusia mulai dari masalah rekruitmen, pengembangan sistem penggajian dan manajemen personalia termasuk pengembangan SDM dalam pelatihan. Alumni Teknik Industri yang bekerja di bidang ini misalnya di PT Semen Padang, P&G.

    6. Bidang keuangan (bank dan asuransi)

Misalnya BNI, Bank Mandiri, Bank Niaga.

    7. Bidang konsultasi manajemen

Misalnya Boston Consulting Group, Accenture, Nielsen Company.

 

KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR : 

Kerjasama pihak luar dengan kampus juga merupakan suatu kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat maupun pratek pemagangan yang dilakukan baik di instansi pemerintah dan swasta. Beberapa kerja sama yang dapat dilakukan diantaranya sebagai berikut : 

    1. BAPPEDA (Ka Sie Bid. Perencanaan)

    2. BAPEDALDA (Kabid Lingk. Hidup/Kabid Pemantauan Ling Hidup), Kapedal

    3. Dinas Dinas terkait seperti Kimpraswil, Pertambangan, Kehutanan, Pertanian, Kelautan, Kesehatan, Energi, Industri dan lainnya. 

    4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Region-Region perwakilannya

    5. Pihak Swasta yang terkait, seperti Konsultan Lingkungan Hidup, Perusahaan Rumah Sakit, Perusahaan Air Minum, Perusahaan Pertambangan, Kelautan, Bahan pangan, Perusahaan Energi, dan sebagainya.

 

 

Go to top