Sambutan Rektor ITY

Keberadaan Institut Teknologi Yogyakarta tidak bisa terpisahkan dengan pendirian Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) YLH yang telah berdiri dan beroperasional sejak tahun 1983. Perguruan tinggi ini merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang menawarkan pendidikan teknologi dibindang lingkungan hidup. Perjalanan selama 30 tahun ini telah banyak yang telah dihasilkan oleh STTL dalam pengabdiannya pada nusa dan bangsa. Hampir 3500 alumni STTL telah mengabdi diri untuk kepentingan bangsa dalam berbagai sektor di swasta maupun pemerintah.

baca lebih lanjut...

 

P M B

Di ITY yang mempunyai visi untuk mencetak sarjana teknik yang siap kerja, selalu diperjuangkan dan tercermin dalam kurikulumnya. Adanya berbagai kegiatan praktikum, praktek lapangan dan pemagangan untuk dipersiapkan agar siap masuk kerja merupakan salah satu misi yang selalu diperjuangkan.  Dengan demikian sarjana ITY lulusan merupakan sarjana yang unggul, trampil dan menguasai ilmu lingkungan untuk dipraktekan dalam memasuki dunia kerja. 

baca lebih lanjut...

Berita Kampus

Kelompok Studi Lingkungan Buana Kalpataru (KSL “NATARU”) ITY (STTL “YLH”) sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dibidang lingkungan dirasa mampu sebagai wadah penerapan seorang calon ahli lingkungan yang berkarakter, berkeahlian dan berkemampuan beradaptasi, serta memiliki pemikiran mengenai inovasi dan teknologi yang dapat dijadikan sebagai contoh untuk generasi yang akan datang. Untuk membangun karakter tersebut maka Kelompok Studi Lingkungan Buana Kalpataru mengadakan kegiatan Kunjungan Ilmiah yang bertemakan “LEARN MORE THAN JUST A THEORY”.Kegiatan ini berbentuk study tour yaitu mengadakan kunjungan ilmiah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan kunjungan wisata ke Agrowisata. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada Jumat, 24 November 2017 yang berlokasi di TPA Talangagung, Kepanjen, Malang, Jawa Timur Kusuma Agrowisata, Batu, Malang. Sasaran dari kegiatan ini yaitu seluruh anggota KSL “NATARU” Institut Teknologi Yogyakarta (STTL “YLH”) dan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (STTL “YLH”).

Read more: Kunjungan Ilmiah yang bertemakan “LEARN MORE THAN JUST A THEORY”

PMK ITY mengadakan Bakti Sosial (Baksos) yang berupa Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penyuluhan Kompos Takakura. Baksos ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 26 November 2017 di lingkungan RW 18 Gedongkuning Kampus 1 ITY. Tema Baksos ini yaitu "Hendaklah Kamu Saling Melayani" berdasarkan tema ini tujuan dari baksos ini adalah melayani masyarakat terutama dibidang kesehatan dan memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga diharapkan masyarakat juga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Warga RW 18 menyambut dengan baik dan senang atas adanya baksos yang bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Bahkan, warga juga ingin baksos yang bermanfaat seperti ini untuk diselenggarakan lagi. Baksos ini juga merupakan cerminan dari landasan PMK ITY yaitu Melayani Dengan Sepenuh Hati.

 Pada baksos ini PMK ITY dapat mengimplementasikan bahwa sebagai anak-anak Tuhan PMK ITY bisa hadir sebagai "Garam dan Terang Dunia" dalam artian bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita juga dituntut untuk bermanfaat, berguna, serta melayani dengan talenta yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak-Nya. Program Kerja ini merupakan Program kerja gabungan antara PMK ITY dan PMKK FK UGM.

 

Sumber : Komunikasi Relasi dan Pengabdian Masyarakat PMK ITY

Pada hari Selasa tanggal 28 November tahun 2017 di Kepatihan Yogyakarta dilakukan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) antara Institut Teknologi Yogyakarta dari Indonesia dengan Nanyang Technological University (NTU) dari Singapore. Kegiatan MOU ini ditujukan untuk mengembangkan kegiatan secara bersama yang berbasis pada penelitian dan pengabdian masyarakat untuk dapat diimplementasikan di masyarakat. Ruang lingkup kerjasama meliputi kegiatan yang mencakup bidang lingkungan yaitu pengelolaan limbah, air bersih, kesehatan, sanitasi dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. 

Penandatangangan MOU dari ITY diwakili oleh Rektor ITY yaitu Prof Dr Chafid Fandeli dan Ketua Yayasan Lingkungan Hidup yaitu Nico Ngani. Dari pihak NTU diwakili Dr Adil M. Dhalla sebagai Executive Director (Interim) Nanyang Environment & Water Research Institute (NEWRI) dan Director NEWRI Community Development Prof Ng Wun Jern.

Pada tahap awal kegiatan MOU ini akan berlaku selama 2 tahun dan dilakukan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul dengan tujuan membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat. Kegiatan ini didahului oleh kegiatan implementasi penyediaan air bersih melalui sumur filtrasi di Desa Candirejo. 

Saat ini, kelompok kerja dari ITY dan NEWRI sedang melaksanakan studi kelayakan dan konsultasi dengan masyarakat untuk implementasi di desa berikutnya, yaitu desa Watugajah di Gunungkidul.

Terima kasih.

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 3

Berita Terbaru

Polusi Udara Singapura Picu Dilema Kebijakan Luar Negeri

Polusi dari kebakaran di negara-negara tetangga menimbulkan pertanyaan: Apa hak yang dimiliki sebuah negara ketika negara-negara lain membuat keputusan yang membahayakannya?

Read more...

Ilmuwan: Sampah di Pasifik Berubah jadi Lumpur Bahan Kimia

Perputaran air di laut dengan cepat mengubah sebagian besar plastik menjadi lumpur bahan kimia, yang bahkan lebih berbahaya pada kehidupan laut karena organisme plankton kecil mengkonsumsi partikel-partikel tersebut.Sebuah studi dari University of Georgia yang dirilis pada Februari memperkirakan bahwa 8 juta ton sampah plastik dibuang ke lautan pada 2010.

Read more...

6 Gunung Api Status Siaga Dan 14 Waspada

TONDANO, BL- Gunung Soputan yang berada di Kab Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara dinaikkan statusnya oleh PVMBG Badan Geologi dari Waspada (level 2) menjadi Siaga (level 3) terhitung mulai Jumat (26-12-2014) pukul 03.00 Wita.  

Read more...

Pencemaran Lingkungan

80 Persen air sumur milik warga Solo tercemar bakteri Escherichia coli (E-coli). Kondisi tersebut dipicu sistem pembuatan septic tank warga yang tidak sesuai standar.

Jarak antara septic tank dengan air sumur terlalu dekat. Hal tersebut diperparah dengan dibuangnya kotoran langsung ke tanah tanpa pengolahan terlebih dulu.

"Akibatnya banyak bakteri yang meresap mencemari sumur dan sumber air tanah dangkal yang dikonsumsi warga," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani, Rabu (28/1).

Read more...

Kontak

Kampus ITY

Jl. Janti Km.4 Gedongkuning Yogyakarta

Tel/Fax. +62-274-566-863

E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  

KLIK untuk panduan lokasi

Go to top